Batu

D’Topeng Kingdom Museum

Jl. Sultan Agung No.2, Ngaglik, Kota Batu

RATING

Popularitas
Panorama
Fasilitas

Score

"The collections is good and pretty much well preserved, but the interior need some works and renovation."

GOOGLE MAP
User Rating: 3.5 ( 1 votes)

Ribuan tempat wisata yang berada di Malang mungkin sudah cukup untuk membuat kota yang berhawa dingin ini dijuluki dengan kota seribu wisata. Bagaimana tidak, banyak sekali lokasi wisata yang bisa dikunjungi baik oleh warga Malang sendiri maupun para wisatawan baik lokal maupun internasional. Jika anda menginginkan wisata alam, ada banyak pantai, air terjun, ataupun pegunungan yang dapat anda kunjungi untuk melepas penat bersama keluarga, taman-teman, atau pasangan anda.

Ada juga wisata belanja yang terdapat di department store ataupun pasar tradisional yang terdapat di beberapa sudut Kota Malang. Namun, seiring berdirinya wahana wisata Museum Angkut, ada salah satu wisata baru yang jarang ada di manapun di negara ini. Ya! D’Topeng Kingdom Museum yang sebenarnya menjadi salah satu bagian dari Museum Angkut ini memberikan objek wisata buatan manusia yang unik.

Apa saja yang pengunjung dapat temukan di museum ini?

Seperti namanya, D’Topeng Kingdom Museum ini merupakan museum yang dikhususkan untuk menimpan ribuan koleksi seni dan budaya. Tentu, museum seperti ini sangat jarang ditemukan di mana saja. Di Malang misalnya, sebelum Museum Angkut dan D’Topeng Kingdom Museum hadir di hati masyarakat, masyarakat Malang dan sekitarnya hanya mempunyai satu museum yaitu Museum Brawijaya Malang yang berisi benda-benda perjuangan yang isinya nampaknya tidak di update lagi sejak lama. Namun, setelah museum D’Topeng Kingdom Museum datang sebagai bagian dari megahnya Museum Angkut, warga Malang dan bahkan wisatawan lokal maupun internasional mendapatkan hiburan museum yang beda dari yang lainnya.

Walaupun museum ini masih terbilang muda karena didirikan pada tanggal 23 Mei 2014 yang lalu, museum sudah menjadi tempat favorit para pengunjung Kota Malang dan khususnya pengunjung museum Angkut. Bagaimana tidak, museum seni dan budaya Indonesia ini banyak sekali menyimpan artifak seni yang dikumpulkan dari seluruh pelosok nusantara seperti Jawa Timur, NTB, Kalimantan, Sulawesi bahkan sampai bagian paling timur Indonesia, Papua. Selain itu, tidak sedikit benda-benda seni koleksi museum ini yang memiliki nilai sejarah yang tinggi karena dikumpulkan dari masa pra sejarah hingga masa kerajaan Majapahit. Namun, salah satu koleksi yang memiliki nilai historis dan seni paling tinggi adalah singgasana Kerajaan Singharaja yang berasal dari Bali. Bagi anda yang menyukai seni dan budaya, tempat ini pasti tidak boleh anda lewatkan saat anda berkesempatan mengunjungi Museum Angkut.

Disamping itu, ada benda-benda unik yang pasti sayang untuk dilewatkan. Misalnya, banyak sekali benda-benda yang berisifat kuno dan mistik seperti ratusan koleksi Keris, Patung Perwayangan yang memiliki nilai sejarah dan mistis, sampai Patung Kematian. Selain itu, bagi umat muslim, anda bisa menemukan sebuah Kitab Suci Al-Qur’an yang berumur lebih dari 400 tahun di museum ini sehingga anda bisa mempelajari sejarah Islam di Indonesia.

Demi mengumpulkan dan memamerkan koleksi D’Topeng Kindom Museum ini, sang pemilik tempat ini, Reno Halsamer, yang juga merupakan kolektor benda antik rela berburu koleksi museum ini dari seluruh pelosok negeri. Bahkan, Reno tidak berpikir banyak ketika memburu Patu Batu Yene yang menurut cerita dibuat pada awal tahun sebelum masehi atau yang disebut dengan jaman Donsong. Tidak tanggung tanggung, demi mendapatkan koleksi langka ini, Reno sampai berburu kepada warga negara perancis. Menurutnya, patung yang pada jamannya melambangkan kejayaan ini tidak boleh dia lewatkan begitu saja untuk dijadikan salah satu koleksinya.


video by: WahyuFitriAningtyas

video by: YeyAnimation

Tags

Artikel Sejenis